“Delapan Cara Pandang Kita Terhadap Palestina (2 dari 8)”

BismilLah.

Kedua, terkait dengan hubungan Indonesia-Palestina . Indonesia adalah negara konstitusional, yang dalam pembukaan UUD 1945-nya menegaskan sikap anti-penjajahan. Maka bagi Indonesia , penjajahan terhadap bangsa manapun, sama dengan penjajahan terhadap bangsa dan tanah air sendiri.

Maka itulah Indonesia di masa lalu memboikot Olympic Games, karena Israel berpartisipasi di dalamnya, dan Indonesia menggelar Ganefo (Games for Neo Emerging Forces).

Palestina juga menjadi negara satu-satunya yang belum merdeka dari daftar perjuangan kemerdekaan bangsa terjajah di Amanat Konferensi Asia Afrika ~ Bandung , Indonesia.

Sejatinya, dalam konteks perlawanan terhadap penjajahan tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang hingga Merauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.

 

GANEFO

GANEFO atau Games of the New Emerging Forces, adalah suatu ajang olahraga tandingan Olimpiade ciptaan mantan Presiden Indonesia, Soekarno pada akhir tahun 1962. Soekarno menyatakan bahwa olahraga tidak bisa dipisahkan dari politik.

Sebelumnya, dalam pelaksanaan Asian Games 1962, Indonesia melarang Israel dan Taiwan mengikuti Asian Games dengan alasan karena simpati pada Republik Rakyat Cina dan negara-negara Arab. Aksi Indonesia ini diprotes oleh Komite Olimpiade Internasional (KOI) yang mempertanyakan legitimasi Asian Games di Jakarta. Federasi Asian Games (FAG) juga akan menskors Indonesia karena Taiwan dan Israel merupakan anggota resmi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Akhirnya, Indonesia diskors untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 1964[1][2] Soekarno marah sehingga ia keluar dari KOI dan menuduh KOI merupakan antek imperialisme dan mengancam akan membuat penyaing olimpiade.

Satu tahun kemudian, pada bulan November tahun 1963, GANEFO dilaksanakan di Jakarta, Indonesia. GANEFO berikutnya di Kairo, Mesir tahun 1967 dibatalkan karena masalah politik. GANEFO memiliki semboyan Maju Terus Jangan Mundur (Onward! No Retreat).

Indonesia mengundang negara Republik Rakyat Cina dan negara-negara dunia ketiga untuk mengikuti GANEFO. GANEFO diikuti oleh 2.200 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa dengan 450 wartawan dari berbagai negara datang ke Senayan. GANEFO diboikot oleh negara-negara barat, tetapi GANEFO tetap berlangsung sukses.[1]

Atlit Indonesia yang berprestasi tidak berani mengikuti GANEFO karena takut akan diskors oleh KOI.[2]

Catatan kaki :
1. Alwi Shahab. (2005). Bung Karno dan Olahraga. Republika Online.
2. Christianto Wibisono. (2007). Dari Conefo ke Resolusi 1747. Suara Pembaruan.

Lihat => http://id.wikipedia.org/wiki/GANEFO

No Response

Leave a reply "“Delapan Cara Pandang Kita Terhadap Palestina (2 dari 8)”"