Monday, 02 Safar 1431 Monday, 18 January 2010 00:00 Penggalian ilegal yang terus berlangsung di dekat dan di bawah Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya, lagi-lagi menyebabkan longsor di kawasan Silwan, sebelah selatan masjid Al-Aqsha. Kali ini longsor yang terjadi Senin subuh menyebabkan terbentuknya lubang sepanjang empat meter dan lebar tiga meter di tengah jalan Wadi Hilwah. Jawad Siyam, Kepala Wadi Hilwah Information Center, melaporkan, lubang akibat longsor sedalam satu meter ini letaknya hanya beberapa meter dari lokasi kerusakan awal Januari lalu. Menurut Siyam, akibat kerusakan tersebut seorang anak terluka dan sebuah kendaraan terjatuh. Sementara itu, air hujan yang meresap ke dalam lubang mulai membanjiri Masjid Al-Ein yang terletak di dekat lokasi penggalian.
Jerusalem Center for Social and Economic Rights (JCSER) menyatakan, insiden ini adalah satu dari serangkaian insiden serupa di Silwan. Tahun lalu, kerusakan serupa terjadi di sebuah sekolah lokal khusus perempuan, dan mencederai 17 siswa. JCSER menyatakan, penggalian ilegal Israel menyebabkan kerusakan struktural di sejumlah bangunan, terutama Masjid Al Ein. Pihaknya memperingatkan serangkaian kerusakan di silwan dan Kota Tua terjadi akibat penggalian yang dilakukan Israel untuk membangun jaringan terowongan di kawasan tersebut. Pada 2 Januari 2010, Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Benda-benda Bersejarah melaporkan runtuhnya jalan lain di jalan utama Silwan. Akibat kejadian ini, terbentuk lubang sepanjang dua meter dengan kedalaman satu setengah meter. Menurut pihak yayasan, kerusakan ini terkait dengan terus berlangsungnya aktifitas penggalian oleh pemerintah Israel di kawasan tersebut. Hal ini tampak dari meluasnya terowongan di bawah kawasan sekitar 700 meter dari kompleks masjid. Hal ini juga memperkuat temuan yayasan terkait adanya jaringan terowongan yang digali Zionis di bawah kota Silwan, yang membentang dari Silwan sampai ke bagian bawah Masjid Al Aqsha dan sekitarnya. (nisa/mna/imemc/infopal)
 |