Tuesday, 27 Dzulhijjah 1430 Tuesday, 15 December 2009 16:26 Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Benda Bersejarah mengungkapkan, Israel terus melakukan aktifitas penggalian besar-besaran di daerah yang berdekatan dengan dinding selatan Masjid Al-Aqsha, sebuah kawasan yang dikenal sebagai Istana Bani Umayyah. Pihak yayasan membenarkan bahwa sebagian aktifitas penggalian dilakukan pada malam hari, terutama di salah satu waduk air yang terletak di daerah yang mengarah ke bawah tanah Masjid Al-Aqsha. Karena itu, pihak yayasan memperingatkan resiko dan dampak penggalian di Masjid Al-Aqsha di satu sisi, dan upaya yahudisasi di area sekitarnya, terutama karena posisinya yang berdekatan dengan Mushola Marwani.
Dalam laporan yang disertai bukti foto otentik tersebut, yayasan menyatakan, “Otoritas pendudukan Israel dan departemen benda antik memprakarsai aktifitas penggalian besar-besaran di wilayah selatan, dekat Masjid Al-Aqsha. Di kawasan Istana Bani Umayyah tersebut, otoritas Zionis membuka beberapa lokasi penggalian, sehingga titik-titik penggalian tersebar di kawasan barat sebelah selatan, dekat area yang mengelilingi ceruk Masjid Al-Aqsha, yang disebut sudut Al-Khanthaniyya, wilayah tengah, dan sebelah timur area bagian barat. Daerah penggalian ditutup oleh tenda-tenda. Pihak yayasan mendapati sejumlah ekskavator dan alat penggali, juga tangga dan toilet ditempatkan di seluruh area penggalian. Penempatan instalasi tersebut menunjukkan bahwa aktifitas penggalian akan berlangsung lama. Yayasan Al-Aqsha juga menyatakan dalam laporannya bahwa terdapat kantong plastik besar berisi debu dan batu yang diambil dari aktifitas pengeboran, serta spanduk besar berbahasa Ibrani yang isinya larangan masuk ke area penggalian. Saksi mata mengungkapkan kepada pihak yayasan bahwa aktifitas penggalian dilakukan secara intensif pada malam hari, terutama di salah satu waduk air nomor enam yang terletak di kawasan yang mengarah ke bawah tanah Masjid Al-Aqsha. Belum lagi lubang-lubang terbuka dan koridor di kawasan serupa yang juga mengarah ke bawah tanah Masjid Al-Aqsha dan Mushola Marwani. Mereka menegaskan, aktifitas penggalian dilakukan pada malam hari, sedangkan pengangkutan tanah dilakukan di pagi hari. Yayasan Al-Aqsha memperingatkan, ekskavasi tersebut bertujuan untuk memperlemah fondasi bangunan Masjid Al-Aqsha, karena aktifitas serupa di masa lalu menyebabkan retakan dan celah di bagian selatan dinding Masjid Al-Aqsha. (nisa/pls48)
Last Updated ( Tuesday, 27 Dzulhijjah 1430 16:34 )
 |