HOT NEWS

Seputar Palestina
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Israel Klaim Situs Suci Islam, Pejuang Palestina Ancam Gelar Intifadha Ketiga
Tuesday, 16 Rabi'ul Awal 1431
Tuesday, 02 March 2010 00:00
Pernyataan pemerintah Israel berencana akan memasukkan dua tempat suci agama Islam di Tepi Barat ke dalam daftar tempat peninggalan (warisan) Yahudi serta percobaan kelompok ekstrimis Yahudi untuk memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Minggu (28/2) makin menambah ketegangan antara Israel dan pejuang Palestina.
 
Menurut warga Palestina tindakan brutal Israel ini ibarat “Menuangkan minyak di atas nyala api," dengan kata lain ketegangan ini akan meningkatkan kekerasan di tanah Palestina dan akan membuka pintu konfrontasi keras, walaupun Otoritas Nasional Palestina (PNA) berusaha membuat keamanan di wilayahnya.

Last Updated ( Saturday, 20 Rabi'ul Awal 1431 09:25 )
 
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Militer Israel Diguncang Tentara Taat Agama
Monday, 19 Dzulhijjah 1430
Monday, 07 December 2009 07:52
Musuh dalam selimut pun muncul yang mengguncang militer Israel, dengan makin berkembangnya jumlah tentara taat agama garis keras, yang menolak patuh terhadap perintah mengevakuasi permukiman Yahudi dari Tepi Barat. Yang memprihatinkan adalah pernyataan petinggi tentang pembunuhan, bahwa pihaknya telah memperingatkan sekelompok rabbi (pendeta Yahudi) yang tidak akan menoleransi aksi-aksi protes politik, yang dilakukan oleh murid-murid mereka yang sedang menjalani tugas kemiliteran.
 
Mayjen Avi Zamir, kepala direktorat sumber daya manusia pada militer, mengatakan bahwa beberapa rabbi telah menyerukan kepada para penganut muda mereka, agar tidak taat kepada perintah yang bertentangan dengan keyakinan mereka.
 
Peringatan para pejabat senior itu muncul setelah terjadi dua insiden, yang dalam peristiwa itu tentara mengusung spanduk-spanduk yang berikrar menolak ikut ambil bagian dalam mengevakuasi permukiman Yahudi di masa depan, di Tepi Barat yang diduduki.
 
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Cadangan Obat di Gaza Hampir Nol
Monday, 19 Dzulhijjah 1430
Monday, 07 December 2009 07:50
Cadangan obat di Gaza sungguh memprihatinkan, saat ini cadangannya mendekati nol ditengah blockade dan penutupan semua perlintasan. Biro umum bagian obat-obatan di departemen kesehatan Gaza mengkhawatirkan habisnya persediaan obat di gudang departemen kesehatan. Menurutnya sekitar 141 jenis obat-obatan yang sudah habis. Selain sejumlah obat yang paling dibutuhkan.
 
Direktur apoteker di departemen kesehatan, Munir Al-Bresy dalam pernyataan persnya pekan lalu menyebutkan, obat yang sudah benar-benar habis adalah, jenis obat untuk cuci darah, obat ginjal dan beberapa jenis obat untuk melakukan operasi besar dan obat khusus untuk melakukan operasi tulang serta yang lainya. Memang masih ada sejumlah obat untuk menutupi kebutuhan mendesak di departemen, namun jumlahnya hanya cukup untuk tiga bulan saja. Itupun jumlahnya hanya sepuluh jenis saja. juga ada cadangan obat yang hanya cukup untuk dua bulan saja, sebanyak 26 jenis serta 29 jenis obat yang hanya cukup untuk satu bulan saja. 
 
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
8.900 Orang Tewas Dalam Konflik Israel-Palestina
Monday, 19 Dzulhijjah 1430
Monday, 07 December 2009 00:00
Konflik antara Israel dengan Palestina telah menewaskan hampir 8.900 orang dalam dua dasawarsa, sebagian besar dari mereka adalah warga Palestina, demikian dikatakan kelompok hak asasi manusia Israel B`Tselem dalam satu pernyataan yang dipublikasikan dua pekan lalu.
 
Pasukan Israel terbukti telah membunuh 7.398 warga Palestina, termasuk 1.537 anak yang belum dewasa di Israel dan wilayah yang diduduki selama periode itu, sementara kelompok Palestina menewaskan 1.483 warga Israel, termasuk 139 orang yang belum dewasa, jelas B`Tselem.
 
Di antara korban Israel, 488 orang adalah pejabat polisi atau tentara militer, dan 995 orang sisanya adalah warga sipil yang tewas dalam serangan di Israel atau di wilayah pendudukan, kata pernyataan tersebut.
 
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Helikopter Israel Jatuhkan Selebaran Peringatan di Rafah
Tuesday, 13 Dzulhijjah 1430
Tuesday, 01 December 2009 00:00
Helikopter Israel menjatuhkan ribuan selebaran peringatan kepada warga Rafah di bagian selatan Jalur Gaza, Senin (30/11) sore.  Dalam selebaran tersebut disebutkan bahwa tentara Israel akan kembali membombardir wilayah mereka jika aktifitas penyelundupan senjata terus berlanjut.
 
Aksi menjatuhkan selebaran peringatan tersebut terjadi di tengah serangan udara yang berulang kali menargetkan kawasan terowongan di Rafah dan sejumlah daerah perbatasan di Jalur Gaza.
 
Israel berulang kali menjatuhkan selebaran di Rafah dan distrik lain di Jalur Gaza untuk mengintimidasi warga.

Last Updated ( Wednesday, 14 Dzulhijjah 1430 19:37 )
 
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Israel Bangun Kawasan Baru di Pemukiman Ilegal Nof Zion
Thursday, 01 Dzulhijjah 1430
Thursday, 19 November 2009 12:58
Tanpa menghiraukan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang mengecam keputusan Israel untuk membangun 900 unit rumah di pemukiman ilegal Gilo, pemerintah Israel memutuskan untuk mengimplementasikan rencana pembangunan kawasan baru di pemukiman ilegal Nof Zion di kawasan warga Palestina Jabal Al Mukabbir, sebelah timur Yerusalem.
 
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Obama mengatakan, perluasan pemukiman Yahudi tidak akan berpengaruh terhadap keamanan Israel, justru pemukiman akan mempersulit tercapainya perdamaian antara Israel dan Palestina.
 
Otoritas Zionis tampaknya enggan menunda-nunda waktu. Kemarin (18/11), Gerakan Internasional Likud, sejumlah anggota parlemen Israel (Knesset), dan para delegasi Yahudi-Amerika meletakkan batu pertama yang menandai dibangunnya kawasan ilegal baru.

Last Updated ( Thursday, 01 Dzulhijjah 1430 13:07 )
 
Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Israel Setujui Pembangunan 900 Rumah Baru di Pemukiman Gilo, AS 'Cemas'
Wednesday, 01 Dzulhijjah 1430
Wednesday, 18 November 2009 21:18
Pejabat pemerintah Israel memberi persetujuan akhir atas rencana perluasan pemukiman Gilo, dekat Betlehem, sebanyak 900 unit. Sebagaimana pemukiman Israel lainnya yang dibangun di atas tanah milik warga Palestina di Tepi Barat, Gilo berstatus ilegal di hadapan hukum internasional.
 
Saat pertama kali dibangun, warga Palestina di daerah Betlehem melakukan aksi perlawanan damai dan tuntutan hukum, namun pembangunan pemukiman Israel terus berlanjut. Di dekatnya, di balik tembok beton raksasa yang dibangun oleh militer Israel, terdapat kamp pengungsi Aida, tempat puluhan ribu pengungsi Palestina yang diusir, dan kini hidup berdesak-desakan dalam kondisi yang sangat  memprihatinkan.

Last Updated ( Wednesday, 01 Dzulhijjah 1430 21:22 )
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 26

Maaf Kenyamanan Anda Terganggu

Anda Menggunakan Browser Internet Explorer Versi lama .

Hal ini Mempengaruhi kepada tampilan web ini? Tampilan ini akan senantiasa ada selama Anda belum mengupdate Browser Anda

.