Friday, 20 Safar 1431 Friday, 05 February 2010 13:26 Satu-satunya pembangkit tenaga listrik di Jalur Gaza akan dihentikan operasinya pada Jumat malam akibat kurangnya bahan bakar, petugas memperingatkan. Menurut Otoritas Energi Gaza, pembangkit listrik ini sudah tidak lagi melayani kebutuhan seluruh masyarakat, hanya 30-40 % di garis pantai hingga Kamis malam. Udara dingin yang tiba-tiba menghadang membuat sisa bahan bakar lebih cepat habis dari biasanya. Otoritas Energi telah memberitahu walikota dan pemerintah kota di seluruh Gaza, serta menginformasikan kepada Departemen Kesehatan dan perusahaan-perusahaan telekomunikasi besar PalTel dan Jawwal untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
"Orang-orang mencoba mengumpulkan persediaan bahan bakar untuk mengoperasikan generator milik bangunan dan institusi mereka," tandas Emad Eid, direktur Ma'an biro Gaza City. Ia menambahkan, saat warga Gaza terbiasa dengan pemadaman ini, sebagian besar generator di rumah-rumah pribadi tidak mampu menghasilkan cukup listrik untuk pemanas dan kebutuhan sederhana lain seperti pengisian ponsel. Eid menyayangkan waktu pemadaman yang berbarengan dengan penurunan temperatur secara tajam di wilayah-wilayah pendudukan dan Israel. "Udara di sini sudah sangat dingin, dan kondisi ini akan lebih buruk lagi," tandasnya. Menurut petugas perhubungan Palestina, Raed Fattouh, otoritas Israel tidak mengizinkan bahan bakar di perlintasan Karni memasuki Gaza pada hari Kamis. Pembangkit listrik ini memiliki empat generator, semuanya bersifat fungsional, dan hanya satu yang sedang digunakan. Generator ini memasok aliran listrik bagi penduduk Gaza selama 16 jam sehari karena tidak cukupnya bahan bakar untuk keempat generator. Bahan bakar untuk pembangkit listrik dibeli dari dan dikirim oleh Israel menggunakan truk melalui penyeberangan Kerem Shalom di selatan Gaza. Sebagian besar bahan bakar digunakan untuk keperluan pribadi yang diselundupkan dari Mesir melalui terowongan, dan digunakan untuk mengisi generator di rumah-rumah pribadi. Pembangkit listrik ini hanya dapat menggunakan diesel buatan industri Israel. Menurut Kan'an Obeid, wakil manajer Otoritas Energi di daerah kantong pantai, kontrak Uni Eropa yang dibayar untuk pengiriman bahan bakar berakhir pada 30 November 2009. Sementara Uni Eropa menyediakan pelayanan pasca kontrak berakhir, para pejabat memberitahu pihak otoritas bahwa mereka tidak akan lagi membayar biaya pengiriman bahan bakar kecuali Otoritas Palestina di Ramallah merancang kesepakatan baru dan skema pembayaran. (nisa/mna)
Last Updated ( Friday, 20 Safar 1431 16:20 )
 |