|
Written by Aqsa Working Group
|
|
|
|
|
|
Keberangkatan Tim Sariyah Ke-2 Menuju Tiga Masjid Suci |
Tuesday, 11 Ramadan 1430 Tuesday, 01 September 2009 00:00 Untuk ke dua kalinya, Aqsa Working Group bekerja sama dengan KBIH Al-Fatah, Farfaza Tours and Travel, dan Majalah Islam Sabili menyelenggarakan ziarah Umroh plus Aqsha menuju tiga masjid suci: Masjid Al-Haram di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.
Jika Allah berkehendak, rombongan yang terdiri dari 20 peserta ini akan kembali ke tanah air pada 13 September 2009, setelah menempuh perjalanan rohani selama + 2 pekan
Esensi perjalanan bertajuk sariyah ke-2 ini bukan sekedar berwisata mengunjungi situs-situs suci Islam. “Keberadaan kami dalam sariyah kali ini merupakan wujud kecintaan kepada Allah, Rasul, dan Imamul Muslimin. Dengan demikian, apapun yang kami hadapi nantinya akan terasa nikmat,” tegas Yakhsyallah Mansur, ketua tim sariyah ke-2, dalam acara pelepasan rombongan di Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Bogor.
“Doa dari para ikhwan sangat kami harapkan. Kami bukanlah insan terbaik di antara para ikhwan. Hanya kebetulan kami yang diberi kesempatan oleh Allah melalui amanat Imamul Muslimin,” tambahnya.
Berkaca pada identitas Israel selaku bangsa yang keras perlakuannya terhadap Islam, Agus Sudarmaji, ketua Aqsa Working Group mengingatkan para anggota tim sariyah ke-2 agar senantiasa menjaga hati, langkah, shaf, dan misi yang telah digariskan.
Sementara Imamul Muslimin, Haji Muhyidin Hamidy, dalam tausiyahnya meyakinkan para anggota tim sariyah akan pengawalan dan perlindungan Allah. “Allah akan senantiasa mengawal, melindungi, dan memberi rezeki para ikhwan selama menempuh perjalanan ini,” ujarnya.
Disinggung mengenai eskalasi pembatasan, penistaan, dan penyerangan yang dilancarkan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsha selama Ramadhan tahun ini, Yakhsyallah menegaskan bahwa setiap perjuangan semakin lama semakin berat. “Tidak ada perjuangan yang semakin ringan. Insya Allah kami siap menghadapi segala resiko perjuangan,” tandasnya.
Diwawancara dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Yakhsyallah memaparkan tiga poin yang membedakan sariyah kali ini dengan sariyah sebelumnya. “Dibanding sariyah pertama, sariyah kali ini anggotanya lebih sedikit, sehingga memudahkan koordinasi. Selain itu, potensi masing-masing individu, ditambah pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman tim sariyah pertama turut memantapkan langkah kami.”
Berbeda dari rute ziarah tim sariyah pertama yang menjadikan Masjid Al-Aqsha di Palestina sebagai tujuan ziarah pertama, sariyah kedua menempuh rute Madinah, Mekah, lantas Palestina. “Semua itu tak lepas dari skenario dan kehendak Allah. Diibaratkan, kami membersihkan diri terlebih dahulu dengan maksimal di Raudhah (Madinah) dan Multazam (Mekah), baru kami memasuki Masjid Al-Aqsha,” tandas Yakhsyallah. (nisa)
 |