HOT NEWS

Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Zionis Yahudi Kuasai Palestina Setelah Meruntuhkan Khalifah Turki Utsmani
Friday, 02 Dzulhijjah 1430
Friday, 20 November 2009 09:36
Pakar Sejarah Palestina Prof. Aly Muqbil dalam penelitiannya berjudul Tarikh Al Quds wa Al-Filistin mengungkapkan bahwa sesungguhnya penguasaan Zionis Yahudi atas tanah jajah Palestina muncul setelah mereka meruntuhkan keberadaan Khalifah Turki Utsmani.
 
Sebelumnya, Zionis Yahudi didukung oleh konspirasi Prancis dan Inggris, mengajukan permohonan kepada pimpinan umat Islam Sultan Adul Hamid II di Turki. Mereka mengajukan tiga  proposal, meliputi :
   1. Proposal agar kaum Yahudi diperbolehkan berkunjung ke Palestina.
   2. Proposal agar kaum Yahudi dipebolehkan tinggal di Palestina untuk sementara.
   3. Proposal agar kaum Yahudi diperbolehkan menetap di Palestina.
 
Namun, ajuan-ajuan tersebut, yang disertai dengan anggaran keuangan yang melimpah ruah,  tidak mampu melunturkan sikap dan pendirian Sultan Abdul Hamaid II untuk menerimanya.
 
Walaupun demikian, para tokoh Yahudi tidaklah berputus asa. Mereka mencoba  menyuap para pejabat muslim di Kesultanan Turki Utsmani agar memberikan fasilitas jabatannya untuk kaum Yahudi bisa berkunjung ke Palestina. Begerapa pejabat yang lemah akidahnya, mulai mengendurkan prasayarat, lalu mulailah secara perorangan orang-orasng Yahudi menyelinap secara illegal ke Palestina.
 
Gelagat ini tercium oleh Sultan, lalu Sultan membuat antispasi dengan pengumuma resmi yang diedarkan ke seluruh pejabat dan ke daerah-daerah kekuasaan Utsmani, yang isinya meliputi :
   1. Orang-orang Yahudi tidak boleh tinggal di Palestina.
   2. Orang-orang  Palestina tidak boleh menjual tanahnya kepada orang-orang Yahudi.
   3. Orang- Yahudi tidak boleh berkunjung ke Palestina.
 
Para tokoh Yahudi sekali lagi tidak berhenti sampai di sini. Langkah sebelumnya telah teridentifikasi, mereka membuat program lainnya. Bahkan program besar ini tertuang dalam buku khusus yang disusun oleh seorang wartawan Yahudi bernama Theodore Hertzel, berjudul "Daulah Yahudiah" . bedah buku tersebut diungkapkan dalam suatu kongres Zionis I di Bassel, Swiss. Pada kesempatan itu, Hertzel mengajak seluruh komunitas kaum Yahudi di manapun berada untuk mendirikan Negara Zionis di Palestina atau di Argentina. Namun kemudian tujuan ke Argentina dihapuskan dan difokuskan ke Palestina.
 
Setelah kongres sedunia itu, tokoh-tokoh Yahudi kembali datang ke Sultan Abdul Hamid II dengan mengajukan beberapa proposal paket bantuan sebagai imbalan kerjasama. Format kerjasama yang dijaukan Zionis Yahudi meliputi :
   1. Proposal pendirian Perguruan Tinggi terlengkap untuk Utsmani.
   2. Proposal Armada Angkatan Laut yang tangguh.
   3. Proposal pelunasan semua hutang-hutang Turki Utsmani.
 
Namun semua proposal menggiurkan itu tetap saja ditolak oleh Sultan Abdul Hamid II.
 
Namun Zionis Yahudi tidak juga berputus asa. Mereka menggunakan tangan-tangan Negara-negara Eropa menyelenggarakan pertemuan Negara- Eropa yang terdiri dari Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Italia, dan Belgia. Agenda utama pertemuana dalah bagaimana caranya memecah-belah kesatuan wilayah Islam yang waktu itu tersentral di bawah kepemimpinan kekhalifahan Turki Utsmani Sultan Abdul Hamid II.
 
Upaya inipun tidak membawa hasil yang efektif, karena Sultan Abdul Hamid II mengantisipasinya  dengan membuat jalur kereta api guna mempercepat transportasi antara wilayah-wilayah dengan pusat khilafah khususnya dengan Palestina.
 
Akhirnya Zionis Yahudi berusaha mempengaruhi  partai berbasis massa muslim yakni Al-Ittihad Wat Taroki pimpinan Musthafa Kemal Pasha. Partai ini dengan berbagai dukungan atas promosi Zionis, secara bertahap menguasai kursi parlemen dan pemerintahan. Partai ini kemudian berhasil mengkudeta Sultan Abdul Hamid II dari kursi kekhalifahan Utsmani.
 
Dalam catatan hariannya, Sultan Abdul Hamid II menulis, "Sesungguhnya latar belakang saya dicopot dari kedudukan saya sebagai Sultan Pimpinan umat Islam adalah karena saya selallu mengahlang-halangi orang Yahudi masuk ke Al-Aqsha Palestina. Sementara orang Yahudi terus berusaha mendirikan negara bagi mereka di Palestina."
 
Dengan runtuhnya kekhilafahan sebagai sentral kesatuan kaum muslimin, maka sejak itulah Zionis Yahudi secara leluasa memasuki kawasan Al-Aqsha Palestina, dan memecah belah negeri-negeri mulsim ke dalam Negara-negara politik.
 
Oleh karena itu, upaya membebaskan Al-Aqsha, menjalin kembali ukhuwah kesatuan dan persatuan muslimin,adalah dengan cara menegakkan kembali sentral kesatuan kaum muslimin itu sendiri, yakni dalam wujud Khilafah 'Alaa Minhaajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian). Allahu Akbar!!! (afta)
Comments (2)add comment

ilya said:

lagi nyari tugas tentang prilaku kekholifahan pada msa turki ustmani, tolong donk dikasih tau gimana prilakunya oz dah nyari-nyari g ktemu tanksssssss
January 01, 2010

dzikri said:

bagaimana dengan iran bisakah kita merangkuhnya?
January 19, 2010

Write comment
smaller | bigger

busy
 

Maaf Kenyamanan Anda Terganggu

Anda Menggunakan Browser Internet Explorer Versi lama .

Hal ini Mempengaruhi kepada tampilan web ini? Tampilan ini akan senantiasa ada selama Anda belum mengupdate Browser Anda

.