Pernyataan Sikap

Pernyataan Sikap AWG Atas Penutupan Komplek Masjid Al-Aqsa di Bulan Suci Ramadhan 1447H

Nomor : 56/B4/SPn/PS-HQ/AWG/IX/1447

Pada saat umat Islam di seluruh dunia menyambut Ramadhan dengan penuh kekhusyukan dan semangat ibadah di masjid-masjid mereka, rezim Zionis Israel justru menghalangi ribuan umat Islam Palestina untuk menunaikan ibadah di Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslimin dan salah satu dari tiga masjid paling suci dalam Islam.

Penjajah Zionis Israel kembali menunjukkan watak kolonial dan rasisnya dengan memberlakukan pembatasan bahkan penutupan akses bagi umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa pada bulan suci Ramadhan tahun ini, 1447H dengan alasan yang dibuat-buat. Penutupan ini adalah pertama kali terjadi dalam sejarah Ramadhan di komplek Masjid Al-Aqsa.

Pencegahan itu, sejatinya adalah upaya Yahudisasi oleh Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa sekaligus de-Islamisasi di Baitul Maqdis dan seluruh Palestina. Karena secara sistematis Zionis Israel juga terus berusaha mengalihfungsikan Masjid Ibrahimi di Al Khalil (Hebron) menjadi sinagog. Bahkan mereka juga dengan sengaja dan terang-terangan menghancurkan ribuan masjid di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Semua upaya itu adalah bentuk kedzaliman tertinggi yang mungkin dilakukan oleh manusia sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 114:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalangi penyebutan nama Allah di masjid-masjid-Nya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya memasukinya kecuali dengan rasa takut. Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang besar.”

Oleh karena itu, Aqsa Working Group menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk sekeras-kerasnya tindakan rezim penjajah Zionis Israel yang menutup dan membatasi akses umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa pada bulan suci Ramadhan tahun ini dengan alasan yang dibuat-buat. Tindakan itu hanyalah merupakan upaya pencegahan umat Islam untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa;
  2. Memperingatkan dengan keras kepada Zionis Israel bahwa upaya dzalim mereka (yahudisasi dan de-Islamisasi) terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina tidak akan berhasil. Sebaliknya hanya akan membawa kehancuran bagi mereka sendiri di dunia dan azab yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra ayat 7;
  3. Menegaskan bahwa setiap bentuk penodaan dan pelecehan terhadap Masjid Al-Aqsa bukan hanya penghinaan terhadap umat Islam di seluruh dunia, tetapi juga merupakan pelanggaran berbagai resolusi lembaga internasional. Kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan situs sejarah warisan dunia yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 1981 dan dilindungi oleh prinsip status quo yang menjamin kesuciannya sebagai tempat ibadah umat Islam;
  4. Menuntut seluruh negara berpenduduk mayoritas muslim sedunia yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar melakukan langkah nyata dalam melindungi Masjid Al-Aqsa, tidak sekadar kecaman. Karena kemuliaan komplek suci itu adalah tanggung jawab seluruh umat Islam, bukan hanya rakyat Palestina. Apalagi OKI didirikan sebagai respons atas peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tahun 1969 oleh ekstremis Zionis Israel;
  5. Menyerukan kepada umat Islam sedunia untuk tidak pernah melepaskan perhatian kepada komplek Masjid Al-Aqsa sekaligus menegaskan bahwa persatuan umat dalam Al-Jama’ah dengan satu Imamnya adalah satu-satunya jalan dalam membebaskan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina. Hal itu merupakan syariat yang telah Allah Ta’ala tetapkan sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Berpegangteguhlah kamu pada tali (agama) Allah secara berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai…”

Dan hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Nu’man bin Basyir:

الْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

“Berjama’ah itu rahmat dan berpecah belah itu azab.”

  1. Penutupan total komplek Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadhan 1447H ini semakin menegaskan bahwa Board of Peace (BoP) dibentuk hanya untuk kepentingan Netanyahu dan Donald Trump. Bukan untuk kepentingan bangsa Palestina apalagi pembebasan Masjid Al-Aqsa. Oleh karena itu, kepada negeri-negeri muslim yang menjadi anggota BoP agar mempertimbangkan dengan bijak dan penuh rasa tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan keanggotaannya dalam lembaga tersebut;
  2. Menegaskan bahwa situs suci komplek Masjid Al-Aqsa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanah Palestina. Karena itu, perjuangan rakyat Palestina selama ini dalam melawan penjajah Zionis Israel bukan sekadar memerdekakan tanah mereka tetapi juga membebaskan Masjid Al-Aqsa dari Zionis Israel, agar kembali ke pangkuan umat Islam;
  3. Kepada seluruh rakyat Palestina, sebagai garda terdepan pembela Masjid Al-Aqsa diserukan untuk tetap tabah, sabar, teguh, istiqamah dan segera mewujudkan persatuan nasional. Persatuan itu akan mempercepat kemerdekaan Palestina dan terbebasnya Masjid Al-Aqsa.

Bergerak Berjamaah Bebaskan Masjid Al-Aqsa dan Palestina.
Allahu Akbar! Al-Aqsa Haqquna!

الْحَمْدُ لِلَّهِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Bekasi, 20 Ramadhan 1447 H
09 Maret 2026 M

Ketua Presidium
Aqsa Working Group (AWG)

M. Anshorullah