Aksi & Pergerakan
Ramadhan 1447 H; Bungkamnya Umat Terhadap Yahudisasi Masjid Al-Aqsa dan Deislamisasi Palestina
IKHTISAR BERITA RAMADHAN 1447 H Aqsa Working Group #RamadhanAlAqsa Edisi Februari – Maret 2026
Bismillahirrahmanirrahim,
Ramadhan adalah bulan suci yang semestinya menghadirkan kekhusyukan, ketenangan, dan peningkatan ibadah bagi umat Islam. Namun, realitas pahit masih menyelimuti Masjid Al-Aqsa dan tanah Palestina yang berada di bawah penjajahan Zionis Israel. Akibatnya, saudara-saudara kita di sana belum dapat menjalankan ibadah Ramadhan dalam ketenangan. Sebagai satu tubuh, umat Islam di seluruh dunia semestinya kita merasakan kegelisahan, kepedihan, dan kepedulian yang sama atas penderitaan dan perjuangan mereka.
Pada Ramadhan kali ini, berbagai perkembangan penting terus terjadi di sekitar Masjid Al-Aqsa Mubarak. Oleh karena itu, Aqsa Working Group menghadirkan ikhtisar berita Ramadhan 1447 H sebagai pengingat bagi ikhwan dan akhwat, agar perhatian, doa, dan ikhtiar kita senantiasa terarah untuk membela dan menjaga kemuliaan Masjid Al-Aqsa:
Di awal Ramadhan 1447 H, Zionis meningkatkan pelanggarannya atas Masjid Al-Aqsa; mulai dari membatasi jemaah yang masuk, mengusir para imaam dan murabithun, serta melakukan pawai yahudi menerobos ruang ibadah muslimin di Masjid Al-Aqsa. Al-Quds Internasional Institution memperingatkan kampanye senyap Zionis mengubah status quo Masjid Al-Aqsa dan penguasaan semua fungsi Wakaf Islam yang dinaungi Yordania sebagai upaya Yahudisasi. Ramadhan ini penting diperingati sebagai “Ramadhan Al-Aqsa.”
Zionis kembali memperketat pembatasan akses Masjid Al-Aqsa. Koordinator Zionis (COGAT) menyatakan hanya jemaah berusia >50 tahun atau <12 tahun yang diizinkan masuk dan menenuhi identifikasi digital (kartu akses dan scan sidik jari).
Ketika kaum muslimin dibatasi dan dihalangi beribadah di Masjid Al-Aqsa, pemukim ilegal dan turis Yahudi justru mendapatkan ‘ekstra jam’ penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa yang dikawal oleh polisi Zionis.
Dalam sejarah kelam ‘modern’ infiltrasi Zionis atas Masjid Al-Aqsa terjadi beberapa kali, menandai penjajahan dan penghinaan atas situs suci umat islam tersebut:
- 1967, penutupan pertama pasca penjajahan Zionis dengan dalih Perang 6 Hari di mana terjadi penutupan beberapa hari dengan tentara Zionis memenuhi gerbang-gerbang masjid dan melarang pelaksanaan shalat berjamaah;
- 1969, penutupan pasca pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh ekstremis Yahudi Denis Michael Rohan dengan dalih pemeriksaan keamanan dan investigasi;
- 1990, penutupan beberapa hari pasca konfrontasi akibat provokasi pemukim ekstremis Yahudi hendak meletakkan batu ‘fondasi’ kuil yang menyebabkan puluhan warga Palestina syahid mempertahankan kehormatan masjid;
- 2000, penerobosan Masjid Al-Aqsa oleh PM Zionis Ariel Sharon yang mencetuskan Intifada II menyebabkan konfrontasi panjang berujung pada penutupan beberapa kali Masjid Al-Aqsa oleh militer Zionis dan pembatasan laki-laki Palestina di Masjid Al-Aqsa;
- 2017, penutupan pasca penembakan terjadi di dalam masjid, selama 2 hari Masjid Al-Aqsa ditutup total (pertama kalinya dalam sejarah modern), penjajah Zionis menutup semua pintu masjid serta memasang gerbang elektronik dan kamera CCTV;
- 2023, penutupan terus menerus pasca peningkatan konfrontasi di seluruh Al-Quds dan Tepi Barat yang bangkit bersama Thufanul Aqsa, sejak itu jumlah jemaah dibatasi secara ketat dan pemberlakuan batasan umur diberlakukan (yang diizinkan masuk di bawah 10 tahun atau di atas 65 tahun, pemuda dibatasi secara ketat);
- 2026, penutupan Masjid Al-Aqsa dengan dalih keamanan akibat perang provokatif AS-Zionis dan pertama kalinya Ramadhan berlalu tanpa jemaah itikaf.
Selain itu, untuk meningkatkan dominansi di masjid tersebut, Zionis hendak mengadakan undang-undang yang mencampuri urusan di Masjid Al-Aqsa. Anggota Knesset sayap kanan Avi Maoz mengajukan “RUU Tembok Barat”, yang akan memberikan kekuasaan kepada “Rabbinat” untuk mengkriminalisasi siapa pun yang diklaim ‘menodai’ situs tersebut. RUU tersebut siap naik untuk pembacaan di Knesset. Zionis tidak punya hak sama sekali mengacaukan status quo Masjid Al-Aqsa.
Penistaan kesucian Masjid Al-Aqsa tidak berhenti di situ, kelompok pemukim ilegal ekstremis yahudi merencanakan penyembelihan kurban untuk “Paskah Yahudi” di halaman Masjid Al-Aqsa. Perayaan tersebut diklaim akan terjadi pada 1-8 April mendatang.
Di tengah gejolak kuat geopolitik Asia Barat yang disusupi kepentingan Trump atas ‘Dewan Perdamaian’ di Gaza dan nuklir di Iran, serta dalam arus kehebohan dunia maya mengenai terkuaknya “Epstein Files” yang berisi bukti-bukti kasus bejat mencakup nama Trump serta tokoh besar lainnya, Zionis Israel memulai serangan kepada Iran. Sabtu pagi (28/2), Zionis menyerang SD Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran, dan membunuh 165 siswi dan penghuni sekolah. Serangan biadab dilakukan dalam “Dua Kali Tembak” yang menjelaskan niat jahat teroris tersebut.
Peperangan antara AS-Zionis melawan Iran dimulai. Iran menamakan operasinya sebagai “True Promise II” (“Lions Roar” oleh Zionis, dan “Epic Fury” oleh Amerika). Dalam 24 jam pertama peperangan, serangan AS-Zionis membun*h pimpinan tertinggi Iran dan pejabat lainnya, menyebabkan pergantian kepemimpinan yang memperkecil kesempatan ‘perundingan’ antara kedua belah pihak. Iran kemudian mengumumkan penyerangan kepada markas militer AS di negara-negara Asia Barat seperti Qatar, Kuwait, Bahrain, dan UEA.
Terkait Perang Amerika-Zionis melawan Iran, Aqsa Working Group mengeluarkan pernyataan sikap —https://aqsaworkinggroup.com/2026/03/01/pernyataan-sikap-awg-atas-serangan-amerika-israel-ke-iran/
Di tengah kehebohan media akan serangan di negara teluk, Zionis menutup akses shalat maghrib dan terawih di Masjid Al-Aqsa pada Sabtu (28/2) dengan dalih ‘keamanan’. Jemaah tidak dapat masuk, kerumunan dibubarkan paksa, dan petugas Al-Aqsa dibatasi hanya 25 orang yang bertugas. Sementara, ekstremis Yahudi tetap dapat melaksanakan ritual ‘Purim’. Dari ratusan ribu jemaah yang hadir pada sholat jumat berubah menjadi nihil.
Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Zionis pada hari Jumat:
- 9 Juni 1967: Penutupan 2 hari setelah penjajah mencaplok Al-Quds.
- 14 Juli 2017: Penutupan karena operasi “Ibnu Jabarin” dan pemberlakuan gerbang elektronik di sekitar masjid.
- 13 Juni 2025: Penutupan berkaitan perang melawan Iran.
- 20 Juni 2025: Penutupan Jumat kedua dalam alasan yang sama.
- 6, 13, 20 Maret 2026: Penutupan pertama kalinya tiga Jumat berturut-turut pada bulan suci Ramadhan.
Terkait penutupan Masjid Al-Aqsa, Aqsa Working Group mengeluarkan pernyataan sikap — https://aqsaworkinggroup.com/2026/03/09/pernyataan-sikap-awg-atas-penutupan-komplek-masjid-al-aqsa-di-bulan-suci-ramadhan-1447h/
Belum ada tindakan dari para penguasa islam yang berdaulat mengenai penutupan tersebut, selain pernyataan kecaman juga. Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Sekretariat Jenderal Liga Negara-Negara Arab (LAS), dan Komisi Uni Afrika (AUC) mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Zionis, terutama pada bulan Ramadhan.
Terkait perang Iran, Amerika bersama negara-negara arab (Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA) mengeluarkan pernyataan bersama mengecam serangan Iran kepada wilayahnya.
Pada 2 Maret, Hezbollah di Lebanon untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata November 2024, merespon pelanggaran Zionis. Melalui siaran resminya, serangan tersebut juga ditujukan untuk membalas kematian pimpinan tertinggi Iran, membuka lini perang baru di Utara Israel (Palestina yang dijajah).
Serangan Amerika-Zionis yang menargetkan sipil dan fasilitas perminyakan di Iran, menyebabkan negara tersebut menambah target dari fasilitas militer menjadi aset-aset Amerika di negara teluk dan menutup selat Hormuz (salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia) yang berdampak pada perekonomian sebagian besar negara yang mengimpor minyak.
Trump berusaha menarik negara-negara anggota NATO untuk ‘mengambil alih’ selat Hormuz dengan mengirimkan kapal perang. Namun, seruan Trump ditolak oleh Jepang, Australia, UK, dan Jerman yang menolak keterlibatan dalam konflik di kawasan tersebut.
Iran memperingatkan dugaan taktik ‘false flag’ Zionis yang dapat menyeret lebih banyak negara dalam perang tersebut. Beberapa serangan diklaim tidak dilakukan oleh Iran.
Perang di kawasan menyebabkan kepanikan senyap di Gaza, bayang-bayang blokade tak berperikemanusiaan kembali hadir. Penutupan perbatasan bukan kejahatan sekali-dua kali yang dilakukan Zionis. Blokade berarti kelaparan, dan perang kelaparan hanyalah bentuk lain dari penyiksaan ‘kolektif’ Zionis atas Gaza.
Pelaparan massal di Gaza terjadi karena pemutusan akses kepada bahan pangan yang sebenarnya tersedia melimpah dalam antrian truk-truk di Perbatasan Rafah. Dua tahun blokade Zionis di Gaza, harga bahan pangan meroket hingga 700% dan hanya sedikit penurunan sejak “gencatan senjata” Oktober 2025. Ramadhan di Gaza begitu mahal di tengah kejahatan kemanusiaan.
Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati hari perempuan internasional. 8 Maret kali ini, perempuan Palestina berada di antara dua kenyataan: Ramadhan yang sulit serta 29 bulan terakhir di mana perempuan Palestina dari berbagai kalangan usia menjadi korban terdampak langsung gen*sida Zionis atas Jalur Gaza dan “pembersihan etnis” sistematis di Tepi Barat.
Selain para perempuan, seluruh sipil adalah korban serangan membabi buta Zionis yang menggunakan senjata canggih dan presisi. Siaran no. 1051 Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkap 158 hari “gencatan senjata” sejak 10 Oktober 2025: 2.073 pelanggaran perjanjian oleh Zionis, 677 syuhada (kalangan anak-anak, perempuan, dan lansia mencapai 305 orang), 1.813 orang terluka (kalangan anak-anak, perempuan, dan lansia mencapai lebih dari 998 orang), 1.934 pengungsi (35% realisasi) dari estimasi 5.400 orang di perlintasan Rafah, 38.358 truk bantuan, komersial, dan bahan bakar (40% realisasi) masuk ke Gaza dari total estimasi masuk seharusnya 94.800 truk, dan 1.171 truk bahan bakar (14% realisasi) dari total 7.900 truk bahan bakar yang seharusnya masuk [seharusnya 600 truk bantuan dan 50 truk bahan bakar memasuki Gaza setiap harinya].
Namun tengah berbagai keterbatasan dan penindasan di Bulan Suci Ramadhan, warga di Jalur Gaza sama sekali tidak meninggalkan Al-Qur’an. Di antara reruntuhan dan bising drone, suara tilawah ratusan Hafidz Qur’an menggema di Gaza.
Dalam kebisingan perang Amerika-Zionis melawan Iran yang memenuhi halaman pemberitaan, Gaza mulai ‘diabaikan’. Gaza juga dibungkam dengan pembunuhan jurnalis dan awak media. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menerbitkan laporan yang mencatat pembunuhan 255 jurnalis dan awak media oleh Zionis sejak Oktober 2023, catatan ‘paling berdarah’ dari seluruh dokumentasi sejak tahun 1992.
CPJ juga menerbitkan laporan berjudul “We Returned from Hell (Kami Kembali dari Neraka)”, mendokumentasikan kekerasan terhadap jurnalis Palestina di penjara Israel dari Oktober 2023 hingga Januari 2026. Laporan ini merekam penculikan 94 jurnalis dan awak media Palestina pada periode tersebut. [⚠️ Peringatan konten keras].
Selain penyiksaan kepada jurnalis dan awak media, Zionis memberlakukan larangan media-media untuk menyuarakan kebenaran. Terbaru, 5 media di Al-Quds dilarang beroperasi karena diklaim ‘memprovokasi.’
Seluruh wilayah di bawah penjajahan Zionis Israel dipenuhi kejahatan kemanusiaan, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM melaporkan Zionis telah mengusir paksa 36.000 warga Tepi Barat hanya dalam kurun satu tahun. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran upaya “pembersihan etnis”. Insiden kekerasan pun meningkat 24% pada periode November 2024 – Oktober 2025 menjadi 1.732 insiden.
Menteri Luar Negeri dari 20 negara yang tergabung dalam Liga Negara-Negara Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), mengeluarkan pernyataan bersama mengecam upaya Zionis memperluas jajahannya atas Tepi Barat, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Selain pengusiran paksa, warga Palestina di Al-Quds dan Tepi Barat menghadapi pemukim ilegal bersenjata. Ekstrimis sekaligus Menteri Keamanan Zionis, Ben Gvir, menyediakan izin kepemilikan senjata api bagi 300.000 pemukim ilegal di Yerusalem (Al-Quds yang dijajah) yang diklaim untuk ‘perlindungan diri’ para pemukim ilegal.
Terkait dakwaan genosida di ICJ, Zionis Israel telah mengajukan tanggapannya pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Awalnya, tenggat waktu yang diberikan pada 28 Juli 2025 – namun dalam dua kesempatan Zionis Israel meminta perpanjangan batas waktu yang dikabulkan oleh Mahkamah. Afrika Selatan sekarang tengah meninjau counter-memorial Zionis Israel.
Sejauh ini, negara-negara yang mengajukan intervensi atas kasus ICJ mendukung Afrika Selatan: Kolombia, Libya, Meksiko, Palestina, Spanyol, Turki, Chili, Maladewa, Bolivia, Irlandia, Kuba, Belize, Brasil, Komoro, Belgia, Paraguay, Belanda, Iceland, dan Namibia.
Di lain sisi, negara-negara yang mendukung Zionis Israel pada kasus ICJ adalah Amerika Serikat, Fiji, dan Hungaria. Sedangkan, Jerman membatalkan pengumuman dukungannya atas Zionis dan menghadapi gugatan berbeda oleh Nikaragua yang menuduh Jerman terlibat genosida melalui perdagangan senjata.
Setelah mengabaikan prosedur internasional melalui PBB, 21 poin rencana Trump ‘mengambil alih’ Gaza masih berjalan, gencatan senjata sejak Oktober yang terus dilanggar Zionis pun dianggap sebagai ‘proses’. Tahap selanjutnya gencatan senjata yang mencakup 15 teknokrat pengelola Gaza serta penarikan total militer Zionis dari Jalur Gaza ‘ditunda’ karena perang Ameria-Zionis melawan Iran, dalam skema yang paling menguntungkan Zionis.
Sementara, ‘Dewan Perdamaian’ bentukan Presiden AS Donald Trump menyelenggarakan pembicaraan pertama dengan perwakilan Hamas di Kairo dalam upaya “mempertahankan gencatan senjata di Gaza.”
Persoalan partisipasi Indonesia dalam ‘Dewan Perdamaian’ Trump mendapat respon beragam dari berbagai tokoh dan organisasi. Beberapa petisi telah diajukan untuk menolak keterlibatan Indonesia dan meminta Presiden Prabowo meninjau ulang keputusan tersebut. Salah satu petisi pertama yang diajukan telah memperoleh lebih dari 57.000 dukungan — https://www.change.org/p/tarik-indonesia-keluar-dari-dewan-perdamaian-bop.
Terkait bergabungnya Indonesia dengan ‘Dewan Perdamaian’ Trump, Presiden Prabowo baru-baru ini mengungkapkan secara gamblang mengenai alasan Indonesia bergabung dalam dewan tersebut. Hal itu disampaikannya dalam diskusi di kediamannya pada Selasa (17/3) bahwa poin 19 dan 20 rencana Trump “ada peluang walaupun kita tahu ini sedikit” untuk kemerdekaan Palestina.
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” ujar Prabowo dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kamis (19/3/2026).
Selain pemimpin dunia yang berupaya ‘berprogres’ demi menyelesaikan permasalahan di tanah Palestina, aktivisme sipil internasional juga tidak kenal diam. “Global Sumud Flotilla” mengumumkan permulaan misi kedua (GSF 2.0) setelah Oktober lalu, yang diperkirakan akan berangkat 12 April mendatang dan diikuti oleh aktivis dari 150 negara.
Komite pengarah misi GSF 2.0 mengalami tuduhan ‘pencucian uang’, Pengadilan Tunisia pada Senin (16/3) memulai penahanan praperadilan bagi tujuh anggota komite di bawah perundang-undangan anti-terorisme di negara tersebut. Tuduhan tersebut dinilai sebagai ‘konspirasi’ dan tekanan kepada kegiatan aktivisme sosial.
Seiring aktivisme pro-Palestina menguat dan pergeseran posisi negara barat yang mulai terang-terangan menolak kejahatan Zionis, Zionis Israel pun mulai ‘kehilangan’ Amerika. Survei terbaru Gallup mengutip hasil 41% warga Amerika lebih bersimpati kepada Palestina dibandingksa 36% kepada Zionis Israel. Keunggulan kecil (5%) pertama kalinya pada statistik, namun bermakna ‘khusus’ dalam sejarah survei selama 24 tahun sebelumnya.
Spanyol, pada 11 Maret ini baru saja menarik duta besarnya dari Zionis Israel melalui keputusan resmi negara. Hal ini terjadi bersama penyataan PM Spanyol Pedro Sanchez yang menolak penyerangan Amerika-Zionis kepada Iran sebagai “tidak dapat dibenarkan” dan menegaskan posisi Spanyol yang “menolak perang”.
Sebagai penutup ikhtisar, sebuah analisis Profesor Jiang Xueqin yang terkemuka karena ketepatan prediksinya, dalam wawancaranya dengan Komentator Politik Amerika Tucker Carlson. Profesor Jiang memprediksi penghancuran Masjid Al-Aqsa yang dapat terjadi pada perang ini, dimulai dengan tanda-tandanya yaitu penutupan Masjid Al-Aqsa, upaya penggalian di bawah Masjid dalam 2 tahun terakhir untuk menghancurkan pondasinya, sehingga Zionis bisa ‘menyalahkan’ misil Iran untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Pembicaraan mengenai ‘misil Iran’, adu domba Arab dan Persia, serta perang bersama “Ya’juj dan Ma’juj” antara Zionis Israel melawan seluruh dunia, telah menjadi pembicaraan di antara Zionis.
Ikhwan dan Akhwat, Zionis sedang menguatkan framing bahwa eksistensi mereka di tanah Palestina yang dijajah adalah ‘kenormalan’ yang harus diterima; bahwa agresi dan pembunuhan yang mereka lakukan di berbagai tempat adalah ‘perlindungan’ yang harus direstui dan bahwa terbebasnya mereka dari pengadilan internasional adalah ‘keadilan’ yang harus diamini dunia.
Hingar-bingar di Asia Barat, Venezuela, bahkan seluruh dunia sekarang ini adalah kampanye dan konspirasi Zionisme yang muaranya adalah Palestina dengan Masjid Al-Aqsa sebagai pusatnya.Jangan mengalihkan perhatian, doa, dan ikhtiar dari kedua subjek episentrum tersebut. Jangan sekali-kali melibatkan diri dalam makar Zionisme dan fitnahnya.
Semoga Allah SWT menjaga kita dalam kebenaranNya, menguatkan keimanan dan ketaqwaan kita, serta menerima hujjah perjuangan yang kita laksanakan jauh di Nusantara ini. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.
Allahu Akbar, Al-Aqsa Haqquna!
Sumber rujukan ikthisar:
- https://qii.media/news/45055
- https://www.middleeasteye.net/news/israel-restricts-palestinian-access-al-aqsa-during-ramadan-prayers
- https://www.timesofisrael.com/jewish-worshipers-get-extended-visiting-hours-on-temple-mount-during-ramadan/
- https://www.timesofisrael.com/knesset-committee-advances-bill-expanding-orthodox-control-over-western-wall-plaza/
- https://english.wafa.ps/Pages/Details/168132
- https://www.middleeasteye.net/news/names-and-ages-children-iranian-school-strike
- https://www.aljazeera.com/news/2026/2/28/multiple-gulf-arab-states-that-host-us-assets-targeted-in-iran-retaliation
- https://www.middleeasteye.net/news/israel-bans-friday-prayers-al-aqsa-mosque-purim-celebrations-proceed
- https://new.oic-oci.org/SitePages/NewsDetail.aspx?Item=3383
- https://www.state.gov/releases/office-of-the-spokesperson/2026/03/joint-statement-on-irans-missile-and-drone-attacks-in-the-region/
- https://www.aljazeera.com/features/2026/3/2/israel-intensifies-war-on-lebanon-after-hezbollah-attack
- https://time.com/article/2026/03/17/what-is-the-strait-of-hormuz-global-trade-oil-flow-iran-war/
- https://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/trump-strait-of-hormuz-iran-nato-japan-australia-uk-b2939916.html
- https://www.palestinechronicle.com/false-flag-iran-says-israel-staging-attacks-to-drag-arab-states-into-war/
- https://www.aljazeera.com/opinions/2026/3/1/under-the-shadow-of-the-iran-war-israel-finds-another-way-to-punish-gaza
- https://www.aljazeera.com/features/2026/2/23/ramadan-in-gaza-cost-of-iftar-doubles-as-genocidal-war-devastates-economy
- https://www.palestine-australia.com/highlights/news/2026/iwd-2026-mowa-reports/
- https://t.me/s/mediagovps
- https://www.aljazeera.com/features/2026/3/16/quran-echoes-loudly-as-palestinian-reciters-gather-in-gaza
- https://cpj.org/2023/10/journalist-casualties-in-the-israel-gaza-conflict/
- https://cpj.org/special-reports/we-returned-from-hell-palestinian-journalists-recount-torture-in-israeli-prisons/
- https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israel-bans-5-palestinian-media-platform-over-coverage-of-israeli-actions-in-occupied-east-jerusalem/3837824
- https://www.aljazeera.com/news/2026/3/17/israel-carrying-out-mass-expulsion-of-palestinians-in-west-bank-un-warns
- https://new.oic-oci.org/SitePages/NewsDetail.aspx?Item=3339
- https://www.timesofisrael.com/ben-gvir-significantly-widens-gun-license-eligibility-for-jewish-jerusalemites/
- https://www.thepresidency.gov.za/south-africa-notes-israels-response-filing-icj
- https://www.icj-cij.org/sites/default/files/case-related/192/192-20260313-pre-01-00-en.pdf
- https://www.commondreams.org/news/germany-icj-israel
- https://www.aljazeera.com/features/2026/3/9/how-us-israel-war-on-iran-deepens-gaza-crisis
- https://www.reuters.com/world/middle-east/hamas-holds-talks-with-trump-led-board-iran-war-strains-gaza-plan-2026-03-16/
- https://infopublik.id/kategori/nasional-politik-hukum/963335/presiden-prabowo-buka-alasan-indonesia-akhirnya-gabung-ke-bop
- https://nasional.kompas.com/read/2026/03/19/20575181/prabowo-nyatakan-akan-keluar-dari-bop-jika-tidak-menguntungkan-ri-dan
- https://www.idntimes.com/news/world/pelayaran-flotilla-ke-gaza-akan-kembali-dimulai-12-april-00-84mpg-2g91t2
- https://www.middleeasteye.net/news/tunisia-detains-seven-gaza-flotilla-activists
- https://news.gallup.com/poll/702440/israelis-no-longer-ahead-americans-middle-east-sympathies.aspx
- https://www.aljazeera.com/news/2026/3/11/spain-removes-ambassador-from-israel-as-opposes-war-on-iran-gaza-genocide
- https://tuckercarlson.com/tucker-show-jiang-xueqin
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Aqsa Working Group (AWG) adalah lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.
🇮🇩🇵🇸 Dukung edukasi literasi AWG:
- Seminar/Webinar
- Talkshow & Bedah Buku
- Aksi Jumat Rutin
- Sosialisasi dan Kolaborasi
- Serta pergerakan lainnya
melalui BSI (451) no.rek 7203236478 a.n AWG Pusat (konfirmasi +6281211118512 sdri Nita)