Aksi & Pergerakan
Idul Adha 1447H, AWG dan Maemuna Center Indonesia Salurkan Kurban untuk Pengungsi Palestina dan Warga Gaza
Bekasi, 9 Juni 2026 — Di tengah blokade, pengungsian massal, dan krisis kemanusiaan yang masih membayangi Jalur Gaza, rakyat Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya kepada Palestina melalui Program Kurban Palestina 1447 Hijriah. Melalui kerja sama antara Aqsa Working Group (AWG) dan Maemuna Center Indonesia, hewan kurban dan bantuan daging kurban berhasil disalurkan secara bertahap kepada warga Palestina di Gaza serta para pengungsi Palestina yang berada di Mesir.
Program ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi dampak perang, blokade, keterbatasan akses pangan, serta berbagai kesulitan hidup lainnya.
Berdasarkan laporan pelaksanaan Program Kurban Palestina 1447 H, AWG dan Maemuna Center Indonesia berhasil menyalurkan 13 ekor kambing dan 2 ekor sapi (14 Shohibl Qurban) untuk pengungsi Palestina di Mesir. Selain itu, sebanyak 5 ekor kambing disembelih di Mesir untuk didistribusikan dalam bentuk daging beku (frozen) kepada warga Gaza, serta 145 paket sedekah daging kurban yang disalurkan langsung kepada masyarakat Gaza.
Penyaluran bantuan kurban dilakukan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, yaitu para pengungsi, anak-anak yatim, keluarga syuhada, serta warga sipil yang terdampak langsung oleh perang dan blokade. Distribusi dilakukan di berbagai kamp pengungsian di Gaza dan kepada warga Palestina yang saat ini berada di Mesir.
Untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, AWG melalui Biro Palestina bekerja sama dengan Yayasan Al-Mawaddah untuk Relief (Bantuan Kemanusiaan) dan Pengembangan atau Jam’iyyah Al-Mawaddah lil Ighatsah wat Tanmiyah, sebuah lembaga kemanusiaan lokal Palestina yang aktif memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak perang.
Melalui jaringan relawan di lapangan, distribusi daging kurban dilakukan di kamp-kamp pengungsian Gaza serta berdasarkan data warga Palestina yang berada di Mesir, sehingga amanah para pequrban dari Indonesia dapat diterima langsung oleh keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), M. Anshorullah, mengatakan ibadah kurban mengandung pesan pengorbanan, kepedulian, dan solidaritas yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan.
“Allah SWT berfirman, ‘Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah’ (QS. Al-Kautsar: 2). Saudara kita di Gaza masih merasakan blokade Zionis Israel, namun mereka tetap berhak merasakan kebahagiaan Idul Adha,” ujarnya, Selasa (9/6).
Menurutnya, Program Kurban Palestina merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi rakyat Gaza sekaligus mengingatkan dunia bahwa krisis kemanusiaan di Palestina masih membutuhkan perhatian bersama.
Sementara itu, perwakilan mitra Palestina, Dr. Omar Shalah dari Yayasan Al-Mawaddah untuk Relief dan Pengembangan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Indonesia yang terus menunjukkan kepeduliannya terhadap Palestina.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kami dari Aqsa Working Group dan Yayasan Maemuna Center Indonesia. Kami juga memohon dukungan yang lebih besar lagi bagi masyarakat Gaza melalui Yayasan Mawaddah untuk bantuan kemanusiaan dan pembangunan (Jam’iyyah Al-Mawaddah lil Ighatsah wal Tanmiyah),” katanya.
Ia menambahkan bahwa bantuan dari masyarakat Indonesia telah menjadi sumber harapan bagi banyak keluarga Palestina yang kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, maupun sumber penghidupan akibat perang yang berkepanjangan.
Program Kurban Palestina yang digagas AWG dan Maemuna Center Indonesia merupakan bagian dari aksi kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antara rakyat Indonesia dan Palestina.
AWG mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam berbagai program kemanusiaan bagi Palestina, baik melalui kurban, sedekah daging, bantuan darurat, maupun program pembangunan jangka panjang bagi warga Gaza.
Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, rakyat Palestina tetap berusaha menyambut Idul Adha dengan penuh kesabaran dan keteguhan. Karena itu, setiap hewan kurban, setiap paket daging, dan setiap bentuk kepedulian yang dikirimkan dari Indonesia bukan sekadar bantuan pangan, melainkan pesan persaudaraan yang menegaskan bahwa Gaza tidak sendiri. Selama masih ada hati yang peduli dan tangan yang terulur, harapan untuk Palestina akan terus hidup.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para Shohibul Qurban dan donatur, melindungi rakyat Palestina, serta menghadirkan kemerdekaan, keamanan, dan kedamaian bagi Tanah Palestina. Aamiin.***

































































