Aksi & Pergerakan
Pernyataan Sikap AWG Atas Serangan Amerika-Israel ke Iran
Nomor: 55/B4/SPn/PS-HQ/AWG/IX/1447
Bismillahirrohmanirrohim.
Amerika Serikat dan Zionis Israel akhirnya melakukan serangan militer melanggar kedaulatan Republik Islam Iran dimulai pada 28 Februari 2026 yang mengakibatkan Ali Khamenei menjadi martir. Pelanggaran itu memicu serangan balasan Iran ke wilayah jajahan Zionis Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Aqsa Working Group (AWG) menilai, situasi ini tidak dapat dipisahkan dari konteks penjajahan dan genosida di Palestina. Iran merupakan salah satu dari sedikit negara muslim yang secara konsisten dan tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina serta menolak intervensi asing.
Ketegangan antara Iran dan Amerika-Israel saat ini dimanfaatkan oleh kedua aktor tersebut untuk memperkeruh stabilitas keamanan Timur Tengah dan mengalihkan perhatian dunia. Dampaknya, Zionis Israel berpotensi semakin leluasa melakukan berbagai tindakan represif di Palestina.
Terbukti, pembatasan ketat oleh pasukan Zionis Israel menyebabkan Masjid Al Aqsa tidak dipenuhi jamaah salat tarawih pada 28 Februari 2026, sebuah catatan kelam bagi umat Islam. Masjid Ibrahimi juga diblokir total dengan dalih keamanan menyusul serangan balasan Iran ke Israel (wilayah Palestina yang dijajah). Sementara itu, serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza dan Tepi Barat kian meningkat, namun minim sorotan media karena perhatian dunia tersita oleh eskalasi konflik Amerika-Israel dengan Iran.
Oleh karena itu, Aqsa Working Group (AWG) mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
- Aqsa Working Group mengutuk serangan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. Tindakan militer semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam tatanan global yang berlandaskan hukum.
- Serangan tersebut adalah manifestasi nyata pertama dari Board of Peace sekaligus membuktikan bahwa BoP bukanlah instrumen perdamaian, melainkan imperialisme. Kejahatan ini juga mempertegas bahwa tujuan BoP bukan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Sebaliknya, untuk memperkuat penjajahan Zionis Israel di Palestina dan Masjid Al Aqsa dalam rangka meretas Israel Raya (greater Israel). Karena itu, Board of Peace semakin absurd dan kehilangan legitimasi moral dan hukum.
- Aqsa Working Group kembali menekankan agar Presiden Prabowo Subianto segera menarik diri dari Board of Peace. Serangan militer AS-Israel ke negara berdaulat seperti Iran semakin membuktikan bahwa BoP tidak mampu menjaga stabilitas dunia, bahkan sang inisiator yakni Donald Trump menjadi aktor utama penyerangan terhadap Iran.
- Kekacauan dan intervensi yang dilakukan oleh kekuatan hegemonik di berbagai belahan dunia, termasuk di Iran, Venezuela, dan wilayah lain, merupakan upaya terkoordinasi untuk menjaga hegemoni mereka dan melanggengkan penjajahan di Palestina, khususnya terhadap Masjid Al-Aqsa dan umat Palestina yang tertindas. Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga melanggengkan penderitaan rakyat tak berdosa.
- Aqsa Working Group menyayangkan sikap sejumlah negara Arab dan negara Teluk yang secara langsung atau tidak langsung memfasilitasi serangan militer AS-Israel. Persatuan umat, solidaritas Islam, dan upaya perdamaian sejati jauh lebih penting dan mendesak daripada tindakan yang justru memperluas eskalasi konflik dan merusak stabilitas kawasan.
- Aqsa Working Group menyerukan kepada seluruh komunitas internasional termasuk PBB dan OKI, organisasi masyarakat sipil, serta para pemimpin negara untuk bersatu menghentikan agresi militer AS-Israel ke Iran dan negara manapun di dunia, termasuk Palestina. Seluruh pihak bertanggungjawab untuk memperjuangkan perdamaian berkelanjutan, menghormati kedaulatan negara, serta menghentikan praktik agresi yang merusak tatanan global.
- Aqsa Working Group menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya banyak warga Iran dan pemimpin mereka, Ali Khamenei.
Bergerak berjamaah bebaskan Masjid Al Aqsa dan Palestina! Allahu Akbar! Al Aqsa Haqquna!
Bekasi, 1 Maret 2026
Muhammad Anshorullah
Ketua Presidium Aqsa Working Group