Alhamdulillah, tak terasa hampir selesai pekerjaan tahap pertama pembangunan RSI Gaza. Minggu terakhir Januari 2012 ini insyaAllah mencapai 80 %. Pekerjaan tahap pertama yang sudah berjalan selama 8 bulan ini telah mendekati akhir, jika tidak ada kendala berarti pekerjaan struktur akan selesai dalam 2 bulan mendatang.
Selesainya pembangunan RSI Gaza tahap pertama ini memang sedikit diluar rencana. Dalam jadwal rencana seharusnya RSI Gaza selesai pada bulan Februari, namun berbagai kendala yang ada dilapangan membuatnya sedikit mundur dari rencana. Kendala-kendala tersebut antara lain terlambatnya pengadaan material, kemudian kondisi cuaca dalam dua bulan terakhir selalu turun hujan, dan beberapa item pekerjaan tambahan hingga terlambat sekitar 1 bulan. Hal ini terhitung sangat normal, karena membangun di daerah konflik memang tidak mudah.
Sejak awal RS ini akan dibangun, memang banyak kendala yang dihadapi, mulai dari susahnya para relawan masuk ke Gaza untuk mengawal pembangunan, susahnya mendapatkan material, yang disebabkan material harus diadakan melalui terowongan, ditambah lagi kondisi keamanan di Gaza sendiri yang tidak pernah lepas dari serangan-serangan Israel, yang mengakibatkan beberapa kali proses pembangunan harus dihentikan, serta berbagai kendala yang harus dihadapi.
Namun, Mer-C dan para relawannya berkomitmen penuh bahwa amanah ini tetap harus dikerjakan, dengan cara apapun, dengan jalan apapun dan tidak ada kata menyerah untuk menyelesaikan amanah ini. Komitmen inilah yang membuat Mer-C terus bergerak maju, menunaikan amanah dari rakyat Indonesia. Sungguh tidak terbayang sebelumnya pekerjaan yang semula hanya mimpi ini telah mencapai progress yang begitu jauh.
Dari kejauhan RSI Gaza berbentuk segi delapan seperti 'Qubbah Sakhra' di Masjid Al-Aqsha ini sudah nampak berdiri tegak diantara bangunan2 lainnya di Bayt Lahiya Gaza utara, letaknya yang berada didekat perbatasan Gaza dan tanah jajahan Israel membuat bangunan ini seperti sebuah benteng kokoh, yang melawan arogansi dan kebiadaban Israel terhadap bangsa Palestina.
Terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan yang diberikan oleh rakyat Indonesia, Rumah Sakit Indonesia di Gaza ini akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di dunia International. Jika Indonesia punya Masjid Istiqlal di Bosnia, yang dibangun oleh Soeharto, maka saat ini Indonesia punya Rumah Sakit yang dibangun oleh kekuatan rakyat, yang dibangun oleh rasa persatuan, rasa cinta rakyat Indonesia terhadap Palestina.
Sekali lagi sejarah mencatat, jika rakyat Indonesia adalah rakyat yang besar yang mampu berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun. Rakyat Indonesia mampu berbuat banyak demi kebanggan bangsa di dunia International. “Rakyat bersatu takkan terkalahkan.” (nia/gz)
|